Jumat, 22 Maret 2013

TUGAS FILSAFAT ILMU (ARTIKEL 2)


Nama  : Deni Prasetya
NIM    : 292010007
Kelas   : RS10A
Tugas  : Filsafat Ilmu
Tema  : “Mengerti Berarti Memaafkan Segalanya”
Pertikaian Adalah Bentuk Persatuan !
 Benarkah ?
            Indonesia adalah sebuah negara yang terdiri dari banyak pulau, banyak suku, ras, agama, dan juga banyak kebudayaan yang berbeda di setiap daerah dan masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda pula. Terkadang perbedaan inilah yang menimbulkan sering terjadinya permusuhan dan bahkan pertikaian yang tidak jarang menimbulkan korban. Kebanyakan masyarakat kita beranggapan bahwa kekerasan adalah satu-satunya jalan untuk memecahkan suatu masalah. Mereka tidak berfikir akibat apa yang akan didapatkan setelahnya.
            Pertikaian memanglah suatu masalah yang serius untuk kita perhatikan. Ketika kita melihat tayangan berita di televisi, sering kita jumpai berita terjadinya pertikaian antar warga, tawuran antar pelajar, pertikaian antar mahasiswa, bahkan peperangan antar suku. Kejadian semacam itulah yang menurut para pelaku adalah sebuah bentuk persatuan bagi mereka yang bertikai. Saling membantu antar kelompok untuk mempertahankan atau memperebutkan sesuatu dianggap sebagai sebuah kebaikan. Yang mereka pentingkan hanyalah kesenangan kelompok saja. Mereka tidak pernah mementingkan bagaimana nasip orang lain yang tidak ingin terjadi pertikaian tetapi harus merasakan akibat dari suatu pertikaian.
            Kurangnya rasa toleransi dan sikap saling menghargai antar manusia menjadi faktor utama yang menyebabkan terjadinya suatu pertikaian. Keegoisan untuk membela kelompoknya sendiri menyebabkan mudahnya pertikaian terjadi. Tidak ada kesadaran untuk saling menjaga keutuhan dan kerukunan manusia yang seutuhnya, karena rasa untuk membela kelompok lebih besar daripada rasa untuk membina kerukunan antar kelompok. Manusia sering tidak menyadari bahwa pada dasarnya mereka adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Arti dari persatuan yang sesungguhnya adalah manusia secara bersama-sama berjuang untuk mencapai satu tujuan demi kepentingan bersama. Bukannya malah berjuang dalam satu kelompok untuk mengalahkan kelompok lain. Hal ini menjelaskan bahwa setiap manusia harus mampu bekerja sama meskipun memiliki perbedaan dalam berbagai hal. Apalagi masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk. Seharusnya perbedaan ini menjadi sebuah motivasi untuk membentuk suatu persatuan.
            Faktor lain yang dapat menyebabkan timbulnya pertikaian antar kelompok adalah tidak adanya komunikasi yang baik sehingga terjadi suatu kesalahpahaman yang berubah menjadi rasa kebencian dan ingin mengalahkan. Persaingan yang sesungguhnya adalah persaingan untuk menunjukkan mana yang terbaik dengan jalan saling menghormati, bukan dengan cara kekerasan apalagi sampai pada pertikaian. Tidak semua hal harus diselesaikan dengan kekerasan.
            Sebagai sesama warga negara Indonesia, kita seharusnya saling berusaha bersama untuk menjaga keutuhan negara republik Indonesia. Bukannya saling berperang memperebutkan wilayah ataupun mempermasalahkan perbedaan agama. Kita harus mampu mengerti dan menyadari bahwa perbedaan itulah yang mendorong kita untuk menuju suatu persatuan. Selain itu kita juga harus bisa menghadapi setiap masalah yang ada dengan jalan perdamaian dan dengan ketulusan hati. Dengan cara seperti itu, kita akan mampu membentuk suatu negara yang kuat dengan masyarakat yang sadar akan perbedaan dan menjadikan perbedaan itu sebagai kekuatan yang hebat dan bukanlah sebagai sebuah alat penghancur yang menyebabkan perpecahan.
            Sudah saatnya bagi kita untuk saling mengintrospeksi diri dan belajar dari apa yang telah terjadi sebelumnya. Peribahasa “mengerti berarti memaafkan segalanya” menjelaskan bahwa dengan sikap saling mengerti dan mau memaafkan maka tidak akan timbul rasa benci sehingga setiap masalah yang muncul dapat terselesaikan secara damai tanpa harus ada kekerasan dan pertikaian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar