Rabu, 20 Maret 2013

RPP BAHASA INDONESIA SD KELAS III (MENGOMENTARI TOKOH DALAM CERITA ANAK)


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
                                         Sekolah                  : .............................
                                        Mata Pelajaran      : Bahasa Indonesia
                                        Kelas/Semester      : III (tiga)/I (satu)
                                        Alokasi Waktu       : 2 x 35 menit

A.      Standar Kompetensi :
1.    Memahami penjelasan tentang petunjuk dan cerita anak yang dilisankan
B.       Kompetensi Dasar :
1.2  Mengomentari tokoh-tokoh cerita anak yang disampaikan secara lisan
C.      Indikator :
1.         Menyebutkan nama dan watak tokoh-tokoh dalam cerita anak
2.         Menanggapi watak tokoh-tokoh dalam cerita anak
D.      Tujuan Pembelajaran
1.         Setelah mendengarkan cerita yang disampaikan guru, siswa mampu menyebutkan kembali nama dan watak tokoh-tokoh yang ada dalam cerita anak dengan benar.
2.         Setelah mendengarkan cerita yang disampaikan guru, siswa mampu memberikan tanggapan terhadap watak tokoh dengan komentar yang tepat.
E.       Materi Pembelajaran
Burung merak dan burung gagak
Disebuah taman yang sangat luas dan indah, hiduplah sekawanan burung merak. Betapa menakjubkan, dimana-mana terlihat ekor merak jantan yang indah mengembang. Burung-burung merak itu senang sekali tinggal di taman ini karena di samping banyak buah juga banyak biji-bijian yang mereka gemari. Namun, keindahan bulu mereka tidak membuat mereka sombong, mereka tetap rendah hati.
Suatu hari, saat burung-burung merak bermain, tiba-tiba seekor burung gagak betina datang dan sangat iri melihat kecantikan Burung Merak. Setelah terbang kian-kemari, akhirnya Burung Gagak ini bisa mencuri sehalai bulu ekor Burung Merak yang indah, lalu ia tancapkan ke ekornya.
Kemudian Burung Gagak berkata, “Hai Merak, bukankah aku sekarang yang tercantik di antara kalian?” Burung Merak pun terkejut melihat Burung Gagak dengan bulunya yang menancap di ekornya. Ia pun menjawab dengan rendah hati, “Oh, iya. Burung Gagak. Kamu memang yang tercantik di antara kami.”
Setelah mereka berbincang beberapa saat, kemudian Burung Gagak terbang berputar-putar mengelilingi taman itu. Tanpa disadari, bulu ekor Burung Merak yang ditancapkan di ekornya terjatuh. Burung Merak yang ada dibawah pun memanggil Burung Gagak, “Hai Gagak, tahukah engkau kalau bulu merak yang engkau tancapkan di ekormu terjatuh? Burung Gagak terkejut dan sangat malu.
Tapi justru Burung Merak iba melihat burung gagak yang buruk rupa ini ingin menjadi burung yang cantik. Kenudian Burung Merak berkata, “ Gagak temanku. Maukah kau ku beri beberapa ekor lembar bulu ekorku dan aku akan bantu memasangkannya pada ekormu?” Akhirnya Burung Gagak menyadari apa yang telah dilakukannya. “Oh Merak, betapa baiknya dirimu. Sekarang aku sadar bahwa Tuhan pasti memberikan yang terbaik bagi umat-Nya. Akupun harus mensyukurinya dan menerima apa adanya.
Kedua burung itupun saling berpelukan dan burung Gagak pun berjanji akan selalu rendah hati, karena Tuhan tidak membedakan perbedaan fisik makhluknya. Amal dan perbuatanlah yang menentukan baik buruknya seorang makhluk di hadapan-Nya. Setelah itu Burung Gagak terbang Jauh-jauh entah kemana, namun dalam benaknya ia berkata, “Suatu saat nanti aku akan membawa keluarga dan teman-temanku ketaman indah yang penghuninya cantik, ramah, dan rendah hati ini.”
·      Tokoh adalah pelaku dalam cerita.
·      Watak adalah sifat yang dimiliki oleh pelaku cerita.
·      Tokoh: Burung Merak dan Burung Gagak.
·           Watak:
Ø  Burung Merak: rendah hati, baik hati.
Ø  Burung Gagak: iri hati, suka mencuri, sombong.
F.       Metode Pembelajaran
Pendekatan: Keterampilan Proses
Metode:
@  Ceramah
@  Tanya jawab
@  Story Telling
G.      Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a.         Kegiatan Awal
Motivasi:
Guru bertanya kepada siswa apakah siswa pernah mendengar cerita tentang Si Kancil yang suka mencuri ketimun. Guru mengajak siswa untuk menyanyi lagu berjudul “Si Kancil”.
b.        Kegiatan Inti
@  Eksplorasi
a)        Siswa mendengarkan cerita yang disampaikan guru (Cerita Burung Merak dan Burung Gagak).
b)        Siswa melakukan tanya jawab dengan guru tentang nama-nama tokoh dan wataknya.
@  Elaborasi
a)        Siswa mendapatkan lembar kerja dari guru.
b)        Siswa mengerjakan lembar kerja yang diberikan oleh guru.
c)        Siswa menceritakan kembali cerita yang ada pada lembar kerja yang dikerjakan dan menyampaikan jawaban atas pertanyaan pada lembar kerja.
@  Konfirmasi
Siswa bersama guru meluruskan kesalahpahaman materi.
c.         Kegiatan Akhir
Siswa diberi tugas rumah untuk membaca materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.
H.      Sumber dan Alat Pembelajaran
@  Sumber Pembelajaran:
-          Aku bangga Bahasa Indonesia 3: Sekolah Dasar kelas 3/ oleh Ismoyo dan Romiyatun. — Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
@  Alat Pembelajaran:
-          Gambar alur cerita “Burung Merak dan Burung Gagak”
-          Gambar tokoh Burung Merak
-          Gambar tokoh Burung Gagak
-          Penyangga
@  Lirik lagu “Si Kancil”
Si kancil anak nakal
Suka mencuri ketimun
Ayo lekas dikurung
Jangan diberi ampun

I.         Evaluasi
TUGAS INDIVIDU
Nama              :
No. Absen      :

Bacalah cerita di bawah ini dan pahamilah dengan seksama!
Pendekar Takut Air
Ozi baru duduk di kelas tiga SD. Di sekolah, ia memilih pencak silat untuk kegiatan ekstrakurikulernya. Kegiatan itu diadakan setiap hari Sabtu. Ozi memilih pencak silat karena
ingin badannya sehat dan kuat. Hampir setiap hari Ozi berlatih di rumah. Saat berlatih, dia sering mengganggu keluarganya.
Gayanya seperti pendekar dalam film di televisi. Pukul sana, tendang sini, lompat sana, lompat sini. Rumah menjadi sepi jika Ozi tidak ada. Ibu tidak berteriak-teriak lagi. Mbak Ifa bisa membaca buku dengan tenang. Namun, anehnya, mereka merasa sepi kalau Ozi tidak di rumah.
Ibu, Ayah, dan Ifa sangat menyayangi Ozi. Ia pandai di sekolah, lucu dan banyak temannya. Akan tetapi, ada satu kekurangan Ozi. Ia paling malas kalau disuruh mandi. Ozi selalu punya banyak alasan jika disuruh mandi. Kemalasan Ozi ini tidak hanya terjadi sore hari. Setiap pagi pun ibu harus membujuk Ozi untuk mandi. Padahal, Ozi masuk pagi.
Sabtu pagi, Ozi tidak segera mandi. Bangun tidur, ia asyik bermain mobil-mobilan. Tahu-tahu, waktu sudah menunjukkan pukul 6.25 WIB. Dengan terburu-buru, Ozi bersiap-siap ke sekolah. Dia lupa sarapan. Setiba di sekolah, Ozi langsung ikut latihan silat. Ia mengikuti gerakan gurunya dengan bersemangat. Lima menit sudah berlalu. Keringat Ozi bercucuran. Namun, tak lama kemudian badannya terasa gemetar, lemas, dan matanya berkunang-kunang. Sesaat kemudian, Ozi pingsan.
Pak Guru membawa Ozi ke ruang guru. Pakaiannya dibuka dan tubuhnya dibalur minyak kayu putih. Tak berapa lama kemudian Ozi sadar. Pak Guru memberinya minum teh hangat. Lalu, Pak Guru mengantar Ozi pulang. Pak Guru memberitahu keadaan Ozi kepada ibu. Ibu menjadi sangat khawatir.
(Bobo, Tahun XXXI, 1 April 2004, dengan pengubahan seperlunya)



Isilah kolom-kolom di bawah ini sesuai apa yang kamu pahami dari cerita di atas!
No.
Tokoh
Watak
Komentar























Salatiga, Januari 2013
       Mengetahui,
     Kepala Sekolah                                                                                          Guru Kelas


NIP:............................                                                                                      NIP:............................

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar